Skip to main content

Mata Kuliah Studio Perancangan Lanskap 1



Kode Mata Kuliah       : ALA5423
Jumlah sks                : 4 SKS
Sifat                        : Wajib
Semester                  : 5
Tim Dosen                : Irawan Setyabudi, ST.,MT dan Judha Widhita, SP.
                                     

Deskripsi mata kuliah :
Mata kuliah yang melatih mahasiswa sebagai calon arsitek lanskap profesional dengan pengerjaan proyek berskala kecil berupa taman rumah tinggal dengan tahapan dan produk yang komprehensif. Mata kuliah studio merupakan inti kompetensi sebagai seorang arsitek dalam mendesain, mahasiswa sudah harus memahami dasar menggambar teknik, nilai estetika, teori perancangan, ilmu tanaman, filsafat lanskap dan budaya, kelengkapan tapak (utilitas), serta cara mengkomunikasikan ide dan gambarnya. Sebagai penerapan dari mata kuliah teori perancangan arsitektur, mahasiswa akan mempelajari lagi tahapan desain mulai dari inventarisasi, programming, konsep, pradesain, pengembangan desain hingga hasil desain akhir dengan penerapan studi kasus. Dengan adanya studi kasus ini, mahasiswa disiapkan untuk praktek berwirausaha arsitektur dengan hasil produk berupa gambar kerja, gambar display, maket, poster, animasi dan RAB yang dipresentasikan kepada seorang klien.

Kompetensi dan Indikator Capaian Pembelajaran :
1.    Mahasiswa memahami mata kuliah studio perancangan arsitektur lanskap 1
2.    Mampu memahami teori ringkas azas-azas perancangan arsitektur dan mampu menuangkan ide dalam bentuk gambar sketsa
3.    Mampu mendata unsur-unsur pada tapak, mengenali potensi dan kendala saat memilih tapak, dan ketrampilan membuat laporan awal desain
4.    Mampu menentukan analisis kebutuhan, aktivitas dan fungsi, serta mampu membuat laporan tentang analisis dan sintesis tapak
5.    Mampu membuat sintesis berupa konsep desain, selain itu mahasiswa diharuskan membuat laporan landasan program, perencanaan, perancangan Arsitektur Lanskap
6.    Mampu menjelaskan gambar perencanaan dan menjelaskan tugas yang berupa laporan bangkitan gagasan kreatif beserta konsep-konsepnya
7.    Mahasiswa mampu mengembangkan desainnya hingga ke detail-detail dan tetap melanjutkan tugas
8.    Mampu menyusun Rencana Anggaran Biaya, dan mampu membuat maket
9.    Bagaimana agar menjadi seorang arsitek lanskap profesional
10.  Memahami kerangka acuan kerja, proses desain dan mengkomunikasikan hasil kerja
11.  Memahami bagaimana menggali ide sederhana sampai kompleks
12.  Memahami bagaimana menghargai waktu kerja
13.  Memahami menyeluruh tentang taman berskala rumah tinggal
14.  Terampil dalam kompetensi di bidang planning dan designing
Bahan Bacaan
1.    Harris dan Dines. Time Saver Standar for Landscape Architecture
2.    Ernest Neufert. Data Arsitek Jilid I dan II
3.    Francis DK. Ching. Arsitektur, Bentuk dan Susunannya
4.    Rustam Hakim. Komponen Perancangan Arsitektur Lanskap : Prinsip-Unsur dan Aplikasi Desain 
5. Boedhi Laksito. Metode Perencanaan dan Perancangan Arsitektur.
6. Irawan Setyabudi. Elemen dan Proses Perancangan Arsitektur Lanskap : Merancang taman rumah tinggal secara praktis dan mudah

Untuk materi perkuliahan, penugasan, praktikum dan ujian bisa didownload di link berikut :

Comments

Popular posts from this blog

Tips Agar Mendapatkan Hasil Render Terbaik

Tulisan ini sebenarnya hasil share dari komunitas>>>sketchunesia di FB yang saya pikir cukup bermanfaat dan ditulis asli oleh Bapak Sadyo Adhi namun dengan gubahan dan tambahan dari saya sendiri. Sebelumnya perlu diketahui terlebih dahulu rendering merupakan suatu proses yang menjadikan gambar 3d agar tampak menjadi lebih nyata dengan olahan cahaya, warna, dan tekstur. Salah satu cara adalah menggunakan software vray yang akhir-akhir ini booming bagi kalangan arsitek sebagai media komunikasi ke klien.

Berikut prinsip-prinsip render arsitektur : 
1. Ketika memutuskan software sketchup dan vray sebagai alat render kalian, maka perhatikan cahaya. Karena prinsip kerja vray adalah pantulan cahaya (Pantulan primer dan sekunder). Dengan pantulan cahaya yang baik akan memberikan suasana yang baik pula atau real. Misal dengan posisi cahaya yang pagi siang dan seterusnya akan memberikan kesan berbeda.

2. Tekstur yang digunakan, seharusnya dari foto atau dengan gambar kualitas tinggi, seh…

MEMAKNAI KEMBALI KEARIFAN LOKAL DALAM ARSITEKTUR

1. Tentang Definisi Kearifan Lokal Sebelumnya    Pada umumnya, pengertian kearifan lokal telah banyak ditulis dan dikembangkan oleh berbagai ahli dengan jurnal-jurnal ilmiahnya, maupun orang awam yang sadar dan tertarik tentang potensi yang tertimbun di daerahnya. Pengertian ini diperoleh selain diperoleh dari sudut antropologis, kesejarahan maupun khususnya dalam bidang arsitektur (lingkungan binaan). Kebanyakan pengertian tersebut menjadi sebuah ‘definisi’ yang mengalami degenerasi atau penyempitan makna, karena tidak satu-dua yang langsung mencontek referensinya tanpa ada contoh dari image realita kehidupan.       Pada definisi sebelumnya, dalam kamus bahasa Inggris-Indonesia John M Echols dan Hassan Shadily, kearifan lokal diderivasi dari dua kata yaitu kearifan (wisdom) atau kebijaksanaan; dan lokal (local) atau setempat. Jadi menurut beliau, gagasan setempat yang bersifat bijaksana, penuh kearifan, bernilai baik, yang tertanam dan diikuti oleh anggota masyarakatn…

MENGUAK STRUKTUR SIMBOL HURUF ‘WAWU’ (ﻭ) SEBAGAI BAHASA SEMESTA

Huruf wawu (ﻭ) dikenal sebagai huruf arabik, ternyata banyak memiliki arti. Sebelum islam berkembang, ternyata pada kebudayaan tradisional banyak fakta-fakta bentukan lengkung ini sebagai ornamen simbol. Misalkan pada gambar di bawah ini,

Sebelumnya kita mengetahui bahwa huruf ini hanya dijumpai dalam bahasa arab. Perlu diketahui bahwa arab bukanlah islam, islam bukanlah jawa, Malaysia, dan seterusnya. Tetapi lebih dari itu. Huruf ini disepakati bersama dalam ranah universal atau kesemestaan, sehingga banyak ditemui di banyak tempat dalam waktu yang berbeda. Bisa dibayangkan jarak antara Timor dan Batak yang sangat jauh. Arti kata secara bahasa dalam Quran, huruf wawu; dibaca Wa berarti ‘…dan…’ atau ‘demi…’ yang bermakna berkelanjutan. Sesuatu pasti punya kesepasangan. Sedangkan huruf hidup yang lain seperti ‘wi’ dan ‘wu’ tidak memiliki arti. Dalam simbolisme tradisional, bentukan lengkung yang diduga mirip huruf wawu cenderung dimiliki oleh kaum feminis saat berh…