Skip to main content

Tips Agar Mendapatkan Hasil Render Terbaik

Tulisan ini sebenarnya hasil share dari komunitas >>>sketchunesia di FB yang saya pikir cukup bermanfaat dan ditulis asli oleh Bapak Sadyo Adhi namun dengan gubahan dan tambahan dari saya sendiri. Sebelumnya perlu diketahui terlebih dahulu rendering merupakan suatu proses yang menjadikan gambar 3d agar tampak menjadi lebih nyata dengan olahan cahaya, warna, dan tekstur. Salah satu cara adalah menggunakan software vray yang akhir-akhir ini booming bagi kalangan arsitek sebagai media komunikasi ke klien.

Berikut prinsip-prinsip render arsitektur : 
1. Ketika memutuskan software sketchup dan vray sebagai alat render kalian, maka perhatikan cahaya. Karena prinsip kerja vray adalah pantulan cahaya (Pantulan primer dan sekunder). Dengan pantulan cahaya yang baik akan memberikan suasana yang baik pula atau real. Misal dengan posisi cahaya yang pagi siang dan seterusnya akan memberikan kesan berbeda.

2. Tekstur yang digunakan, seharusnya dari foto atau dengan gambar kualitas tinggi, sehingga mendapatkan hasil yang terbaik. Misalkan objek 3d kain, seharusnya menggunakan tekstur kain sesungguhnya, apalagi dengan penggunaan bump material sehingga tampak lebih nyata.

3. Setiap objek yang kita lihat pasti memiliki refleksi (pantulan) dan refraksi (daya tembus); katakanlah kaca itu pantulannya hampir maksimal dan daya tembusnya maksimal. Material kayu, aspal, penutup tanah memiliki pantulan tapi tidak memiliki daya tembus. Maka dari itu tiap material seharusnya diberikan nilai refleksi dan refraksi sesuai dengan kekuatannya. Kita juga harus mempelajari apakah material tadi tersedia di lapangan selain dari sifat-sifat material yang berdasar dari warna dan teksturnya.

4. Usahakan setiap objek memiliki bayangan, hal ini berpengaruh pada saat memberikan sumber cahaya. Dalam vray umumnya menggunakan cahaya matahari (vray sun dan vray dome) atau jika interior kebanyakan memakai cahaya rectangular light sebagai sumber cahaya. Upayakan juga dalam mengambil gambar/render tidak berhadapan dengan sumber cahaya karena silau. Sumber cahaya utama selalu dibelakang kamera, kecuali sumber cahaya kecil yang sifatnya sebagai tambahan seperti spotlight dari lampu

5. Upayakan juga dalam setting vray sudah menguasai >>>e-book dari vray itu, meskipun kita agak malas membacanya karena versinya adalah bahasa inggris tetapi sumber ilmunya disana, tentang bagaimana kita memahami vray option (visopt), vismat (vray material), dst. Untuk vsopt kita dapat mengambil dari milik orang lain, jika kita sulit untuk membuat sendiri begitupula dengan vismat. Karena vismat adalah material instant yang berisi refleksi, refraksi, bump, displacement, dsb yang ketika kita aplikasikan akan menjadi lebih nyata. Untuk library visopt, vismat dan tutorial bisa dilihat di website :  >>>http://www.sketchuptexture.com/

6. upayakan melihat gambar 3d atau foto sesering mungkin, karena kita sebagai pelukis digital maka perlu referensi seperti itu. Namun perlu diingat juga karena arsitek bukan sebagai 3d artist murni maka kita jangan terlalu disibukkan oleh membuat gambar 3d yang benar-benar realis. Secara produktivitas tidak efisien dan buang tenaga kecuali mendapatkan fee yang sangat besar. Jangan hanya termotivasi upload di FB dan mendapatkan like terbanyak.

7. Setelah gambar 3d jadi maka perlu diperhalus di software photoshop sehingga tampak lebih menarik dengan software color effect.

Salah satu kesulitan utama adalah belum adanya standar harga render sewaktu kita mengajukan ke klien. Kebanyakan harga tersebut tidak masuk akal dan tidak menghargai jerih payah kita. Memang ini merupakan salah satu bentuk komunikasi visual ke klien dan akhirnya nanti yang paling penting adalah proses membangunnya. Rata-rata per view arsitek mengambil untung sekitar 250rb-500rb diluar file 3d aslinya (*.skp dan *.max), hal itu berkaitan dengan tingkat kerumitan objek 3dnya. File yang diberikan ke klien adalah bentuk image *.jpg atau *.bmp diatas kertas A4 photopaper. Semakin rumit maka jelas semakin mahal. Jika klien meminta file 3d nya, seperti *.skp dan *.max maka jelas akan lebih mahal karena klien akan memiliki hak cipta kita untuk mengubah. Minimal file 3d tadi seharga 1juta.

Biasanya dalam surat penawaran, jika memang untuk dibangun semua gambar kerja DED dan render akan include di RAB (Rencana Anggaran Biaya) sehingga harga render tadi tidak tampak diluar. Sedangkan jika klien hanya meminta ilustrasi 3d maka fee-nya seperti yang disebutkan tadi, dan masih berlaku di tahun 2013 ini.

Terima kasih, semoga tips ini bermanfaat. :)))

Comments

  1. mantap pembahasan tentang render, logic bangat

    ReplyDelete
  2. mau nanya ada gak tutorial rendering selain menggunakan sketch up dan artlantis... saya udah coba tetap aja gak bisa

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

MEMAKNAI KEMBALI KEARIFAN LOKAL DALAM ARSITEKTUR

1. Tentang Definisi Kearifan Lokal Sebelumnya    Pada umumnya, pengertian kearifan lokal telah banyak ditulis dan dikembangkan oleh berbagai ahli dengan jurnal-jurnal ilmiahnya, maupun orang awam yang sadar dan tertarik tentang potensi yang tertimbun di daerahnya. Pengertian ini diperoleh selain diperoleh dari sudut antropologis, kesejarahan maupun khususnya dalam bidang arsitektur (lingkungan binaan). Kebanyakan pengertian tersebut menjadi sebuah ‘definisi’ yang mengalami degenerasi atau penyempitan makna, karena tidak satu-dua yang langsung mencontek referensinya tanpa ada contoh dari image realita kehidupan.       Pada definisi sebelumnya, dalam kamus bahasa Inggris-Indonesia John M Echols dan Hassan Shadily, kearifan lokal diderivasi dari dua kata yaitu kearifan (wisdom) atau kebijaksanaan; dan lokal (local) atau setempat. Jadi menurut beliau, gagasan setempat yang bersifat bijaksana, penuh kearifan, bernilai baik, yang tertanam dan diikuti oleh anggota masyarakatn…

Papan Panel Pameran

Papan panel, dalam suatu pameran diperlukan untuk memasang hasil karya dwimatra baik poster, lukisan, konsep, ataupun fotografi. Macamnya ada banyak dan tergantung dari ide. Pada kesempatan kali ini kami memunculkan papan panel dari kumpulan boks telor yang disusun secara grid dan dicat warna hitam. Tidak henti-hentinya kami ucapkan terima kasih kepada tim mahasiswa dan dosen arsitektur lanskap dalam sumbangan ide pembuatan panel ini sehingga bisa digunakan pada Pameran Hasil Karya AL tahun 2015 dan dipakai pada pameran-pameran berikutnya.