Skip to main content

Posts

Showing posts from 2012

PORTOFOLIO-1

Selamat!!!

Alhamdulillah, tidak terasa sudah 2 tahun perkuliahan Magister Arsitektur ini terlampaui. Banyak uraian yang tidak sanggup diwujudkan kata-kata. Banyak sekali pelajaran yang dapat diambil, entah dalam dunia akademis maupun hubungan sosial. Alhamdulillah juga kami adalah lulusan pertama dari jurusan ini dengan predikat yang tidak mengecewakan. Semoga ke depannya, ilmu kami dapat berguna bagi kehidupan nyata. Amiiinnn.
Salam Irawan Setyabudi, ST.,MT

STUDI VISUAL KAWASAN ALUN-ALUN MERDEKA MALANG

Kota Malang yang teletak di pedalaman kurang begitu berkembang sebelum tahun 1900 akibat infrastruktur yang buruk. Sejak diresmikan infrastruktur (jalan kereta api Surabaya-Malang) dan komunikasi tahun 1870-an. Sekitar tahun 1900, kota Malang berstatus sebagai kota Gementee dan oleh dewan kota diadakan pembangunan kota secara bertahap. Pengaturan tata kota ini tentu saja lebih menguntungkan pihak Belanda, Permukiman secara terkotak-kotakpun terjadi, warga Eropa umumnya tinggal di sebelah barat alun-alun Merdeka, sekitar alun-alun Tugu dan daerah jalan gunung-gunung, hal ini berdasar perencanaan kota/Bouwplan V dan VII.
    Seperti kota di Jawa lainnya, Kota Malang juga memiliki alun-alun yang dulunya menjadi pusat pemerintahan. Alun-alun Kota Malang menyalahi prinsip-prinsip dasar dari peletakan bangunan dan tata letak kota Jawa seperti peletakan kantor kabupaten dan kantor asisten residen yang tidak berhadapan (Handinoto, 1996: 19). Sebagai pusat pemerintahan dulu…

MEMAKNAI KEMBALI KEARIFAN LOKAL DALAM ARSITEKTUR

1. Tentang Definisi Kearifan Lokal Sebelumnya    Pada umumnya, pengertian kearifan lokal telah banyak ditulis dan dikembangkan oleh berbagai ahli dengan jurnal-jurnal ilmiahnya, maupun orang awam yang sadar dan tertarik tentang potensi yang tertimbun di daerahnya. Pengertian ini diperoleh selain diperoleh dari sudut antropologis, kesejarahan maupun khususnya dalam bidang arsitektur (lingkungan binaan). Kebanyakan pengertian tersebut menjadi sebuah ‘definisi’ yang mengalami degenerasi atau penyempitan makna, karena tidak satu-dua yang langsung mencontek referensinya tanpa ada contoh dari image realita kehidupan.       Pada definisi sebelumnya, dalam kamus bahasa Inggris-Indonesia John M Echols dan Hassan Shadily, kearifan lokal diderivasi dari dua kata yaitu kearifan (wisdom) atau kebijaksanaan; dan lokal (local) atau setempat. Jadi menurut beliau, gagasan setempat yang bersifat bijaksana, penuh kearifan, bernilai baik, yang tertanam dan diikuti oleh anggota masyarakatn…

Maaf!!!

Untuk sementara, blog ini masih dalam proses perbaikan sehingga link-link download masih terputus. atas perhatiannya terima kasih

Rajut Ruang Arsitektur

BangunRuang Studio

bangunruangstudio kota batu jawa timur - indonesia tel: +62 341 519 0463   +62 821 4052 0643  email : bangunruang_studio@yahoo.com

BANGUNAN GEREJA DI MALANG

Malang merupakan suatu kota yang kaya akan nilai sejarah. Salah satu buktinya sampai sekarang artefak ini sebagian besar masih tersimpan rapi menghiasi kota khususnya yang berkaitan dengan arsitektur kolonial Belanda. Meski bukan mengagungkan karya Belanda, setidaknya kita mengetahui dan melestarikan bahwa banyak nilai-nilai yang terkandung di dalamnya khususnya dalam berarsitektur. Pada bahasan ini setidaknya ditampilkan artefak fisik bangunan peninggalan kolonial Belanda yang berkaitan dengan ibadah yaitu Gereja. Sebagai upaya untuk memperkaya khasanah ilmu arsitektur nusantara, maka tugas dari teman kami dibagikan gratis dengan senang hati kepada Anda.  Silahkan buka link berikut ini : http://www.scribd.com/doc/70692478/Malang-Historical-Church-Buildings

KUMPULAN TRANSLITERASI TIPOLOGI DALAM ARSITEKTUR

TIPOLOGI DALAM ARSITEKTUR Giulio Carlo Argan
Dalam periode posmodern, para teoritikus mempertimbangkan ulang pemikiran dari tipe sebagai esensi dalam arsitektur yang terlihat dalam beberapa kasus sebagai perbandingan dalam struktur dalam linguistik. Sesudah kebangkitan kembalinya sejarawan arsitektur Giulio Carlo Argan dalam tulisan ini, arsitek termasuk Aldo Rossi dan Rafael Moneo menyelidiki definisi Quatremere de Quincy dari tipe : “ide sebuah elemen yang mana itu seharusnya menyediakan sendiri sebagai sebuah peraturan untuk model”. Moneo berinterpretasi hal tersebut sebagai sebuah sifat struktur dan bentuk yang mengijinkan obyek arsitektural dikelompokkan bersama, dicari perbedaannya, dan diulang. Tipologi adalah nilai yang disebutkan Rossi dan Leon Krier sebagai sebuah alat analisis yang akurat untuk bentuk arsitektur dan urban, yang juga menyediakan dasar rasional dalam desain. Hal yang menarik dalam tipe adalah bagian dari pencarian besar makna dalam era posmodern k…

Penerapan Konsep Eco-Settlement pada Permukiman di Kota Malang

Abstrak Permukiman semakin berkembang dengan padatnya pada sebuah perkotaan, tidak berbeda dengan kota Malang sehingga seringkali mengorbankan lingkungan untuk hidup di dalamnya, seperti dapat diasumsikan dengan teori Darwin. Beberapa faktor yang dipandang sebagai penyebabnya adalah potensi lokasi, ekonomi dan kurangnya pemahaman tentang perancangan bangunan yang baik.  Lingkungan merupakan ekosistem yang didalamnya terdapat manusia, hewan dan tumbuhan yang hidup bersama dan saling berinteraksi. Pada kajian yang dibahas merupakan upaya dalam menciptakan nilai permukiman ekologis dengan pendekatan sistem pasif bangunan dan siklus kehidupan pada permukiman tertentu di kota Malang. Kata Kunci : permukiman ekologis, siklus, lingkungan

download

Potensi Keeksotisan Desa Nelayan Lekok terhadap Kajian Fenomenologis Arsitektural

Irawan Setyabudi (0410650049) tugas mata kuliah Azas Perancangan Arsitektur S1- Jurusan Arsitektur Universitas Brawijaya Malang


Nusantara merupakan negara maritim, yang sebagian besar wilayahnya berupa laut. Para nelayan menggantungkan hidupnya berlayar mencari ikan, sang istri meneruskan usahanya dengan mengolah dan menjualnya. Itu merupakan salah satu sudut ruang yang tampak di desa nelayan. Sudut lain kehidupan tentang seni, kebudayaan, behavioral, dll akan dicoba dicermati dengan berbagai permasalahannya. Produk akhir berupa upaya rekomendasi tentang menuju kepada kehidupan yang layak bagi warga nelayan, khususnya warga desa nelayan Lekok.


Kata kunci : Fenomenologi, nelayan, SWOT
download

MAKNA ORNAMEN PADA RUMAH KOLONIAL DI PASURUAN

Oleh Irawan Setyabudi dan Ida Bagus Ananta
Tulisan ini merupakan hasil suatu yang tidak disengaja sewaktu jalan-jalan di Kota Pasuruan. Setelah diamati beberapa waktu lamanya, kota ini cukup menarik dan menyimpan banyak peninggalan arsitektur kolonial. Di daerah koridor jalan soekarno hatta masih ditemukan rumah yang cukup mewah dengan gaya Indische Empire dengan ciri-ciri menggunakan kolom yang besar dan membutuhkan luas lahan yang berlebih yang mana gaya tersebut diadopsi dari Perancis waktu itu. Secara mudahnya dipahami seperti itu. Pada penelitian tentang arsitektur di Pasuruan ternyata telah dilakukan oleh Bpk Antariksa dalam jurnalnya.
salah satu rumah yang bergaya Indische Empire Pabrik kapas  di pasuruan dengan gaya Indische Empire
 Selain itu, bangunan seperti ini masih mudah untuk ditemui namun kondisinya tidak selamanya bagus, banyak juga yang tidak terawat. Menurut sejarah perkembangannya, sekitar abad 17 kota ini sangat maju dikarenakan oleh letaknya yang sangat …

MAKNA LOKAL RUMAH TINGGAL BERGAYA JENGKI DI KOTA MALANG

Irawan Setyabudi, Antariksa, Agung Murti Nugroho
PMD-Arsitektur Lingkungan Binaan Universitas Brawijaya
Jln. MT. Haryono 169, Malang 65145
Tlp (0341)571260, Fax (0341)580801, Email : isetyabudi.st@gmail.com

Abstrak
Arsitektur jengki merupakan sebuah karya besar yang terlupakan. Gaya ini merupakan tahap lanjut dari perkembangan arsitektur kolonial di era tahun 1950-1960-an. Orang awam melihat dari sisi bentuknya yang ditandai dengan unsur miring, seperti atap yang tidak menyatu pada puncaknya, tembok depan (gevel) miring, memiliki lubang angin (rooster) dan elemen bangunan yang lain. Sesuatu yang tidak disadari di belakang proses perkembangannya adalah pola pemikiran daripada bentuk fisiknya yaitu sifat kemandirian dan penolakan dari gaya yang sudah ada, dan wujud penghayatan terhadap nilai-nilai setempat hal inilah dapat disebut dengan makna arsitektur jengki. Pola penyebarannya-pun dapat dikatakan tidak merata dan tidak selalu memiliki ragam elemen yang kuat. Pada penelitia…

NILAI-NILAI TRADISI PERKEMBANGAN ARSITEKTUR MUSLIM

Oleh : Irawan Setyabudi Mahasiswa Pascasarjana Universitas Brawijaya
Abstrak : Masjid mempunyai peran penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia, jawa khususnya meliputi aspek sosial, politik dan budaya. Bentukan (formal) masjid tradisional banyak mengambil dari bentukan rumah ibadah ataupun rumah tradisional dari budaya setempat. Namun, seiring dengan waktu banyak masjid yang didirikan dengan meniru bentukan dari luar dan bukan dari ciri kesetempatan. Berkaitan dengan hal itu, perlu mengetahui tradisi perkembangan arsitektur muslim di nusantara dan dunia untuk mewariskan nilai-nilainya
Kata kunci : arsitektur muslim, tradisi, nilai 

download :

http://www.ziddu.com/download/13703727/IRAWANSETYABUDI_ARSMUSLIM2.pdf.html

NILAI GUNA RUANG RUMAH TINGGAL SUKU USING BANYUWANGI DALAM KEGIATAN SOSIAL, BUDAYA DAN AGAMA

Abstract
Rumah merupakan suatu tempat makhluk untuk bermukim. Suatu kebutuhan dasar untuk tinggal ini berawal dari manusia yang membentuk kehidupan sosial, hidup bersama dan membentuk suatu tradisi. Permukiman tersebut bisa disebut sebagai permukiman tradisional yang mana mengandung nilai-nilai lokal sebagai karakter
identitas kawasan yang mana secara morfologis cenderung mengalami perubahan. Salah satu obyek yang masih cukup asli berada di Kabupaten Banyuwangi, terdapat permukiman Suku Using yang masih satu akar budaya jawa. Awalnya penduduk mengisolir diri karena banyak diawali dengan sejarah yang kelam dan terimplementasi pada penggunaan ruang rumahnya, namun baru-baru ini penduduk mulai bisa menerima ‘perubahan ke arah lebih baik’ atau modernisasi dengan ciri keterbukaan. Pengaruh ini tidak serta merta positif, banyak nilai-nilai lokal yang mulai ditinggalkan apalagi sejak diresmikan sebagai desa wisata. Pengaruh agama-pun juga mampu mengubah pola pikir, yang mana n…

INDONESIAN HERITAGE, ARSITEKTUR JILID 6

Buku Indonesian Heritage atau pusaka Indonesia jilid 6 yang dikarang oleh Gunawan Tjahyono banyak menjelaskan tentang kesejarahan suku-suku, arsitektur tahap awal di Indonesia sampai arsitektur modern tahap awal di Indonesia. Bagi yang berminat silahkan unduh bukunya dalam bentuk E-book pada alamat yang terlampir. 

link : 
https://drive.google.com/open?id=0B-Lqa461rvC0MGIxS2d2RzVYX1E
(publikasi ini bukan merupakan bentuk pelagiasi karena bertujuan untuk akademis dan ilmu hanya milik Allah semata)

PROFESSIONAL ARCHITECTURAL PHOTOGRAPHY

Buku yang ditulis oleh Michael Harris yang berjudul Profesional Architectural Fotografi ini mengajarkan bagaimana teknik fotografi khususnya dalam dunia arsitektural. Harris juga menceritakan secara visual mengenai warna dan pencahayaan yang baik. Sejarah singkat dari kedua bidang : arsitektur dan fotografi arsitektur meletakkan dasar untuk aplikasi teknis. Edisi ketiga ini memberikan peningkatan cakupan revolusi dalam fotografi digital, yang memaksa fotografer untuk meninjau. Untuk mendownload ebook ini silahkan kunjungi alamat dibawah ini :  http://www.ziddu.com/download/13061387/ProfessionalArchitecturalPhotography.pdf.html

METODE BERPIKIR KUANTITATIF VS KUALITATIF

Uraian ini adalah cara pandang berdasar pengalaman pribadi seputar dasar berpikir seseorang dalam menyikapi permasalahan, selain itu akan nampak jelas sebagai mindset dan lebih cenderung pada ilmu psikologis. Mengenai definisi apa itu kuantitatif dan kualitatif sudah banyak ditulis dan dijadikan referensi terutama ditemui saat melakukan sebuah penelitian. Secara sederhana, pengertian kuantitatif adalah suatu metode berpikir berdasarkan hitungan untuk memecahkan masalah, sedangkan kualitatif bersifat sosial. Pengkotakan ini jika diamati tidak sebatas aplikasi dalam dunia penelitian, bahkan lebih jauh bisa mempengaruhi platform hidup seseorang. Sejak duduk di bangku sekolah, pelajaran yang diajarkan sudah dibentuk dalam ranah kurikulum terkadang guru kurang bisa mengajarkan secara bebas dan menempatkan mentalnya sebagai pengajar bukan sebagai pendidik ataupun guru. Hierarkinya, pendidik pada level medium dengan memberikan nilai-nilai hidup yang tidak diberikan pengajar, da…

PENFARUH PERUNDANGAN TERHADAP TOKO OEN SEBAGAI BANGUNAN CAGAR BUDAYA

Irawan Setyabudi PPS-Arsitektur Lingkungan Binaan Universitas Brawijaya Jln. MT. Haryono 169, Malang 65145 Jawa Timur, Indonesia Tlp (0341)571260, Fax (0341)580801, Email : isetyabudi.st@gmail.com

ABSTRAK
Toko Oen yang dikenal sejak dahulu menyajikan menu khas kuliner khas eropa ternyata banyak menyimpan sejarah dan bentukan arsitektur yang khas. Di era yang sarat dengan perubahan ini eksistensi toko Oen justru mampu menolak adanya perubahan dengan mempertahankan keasliannya baik secara bentuk dan fungsi, hal ini didorong oleh faktor ikoniknya sebagai restoran Belanda. Saat tertentu, wisatawan Belanda yang memiliki pertalian hati sering datang untuk sekedar melepas rasa rindu terhadap masa lalu. Sebagai upaya perlindungan terhadap perubahan, bangunan ini telah dilindungi oleh undang-undang cagar budaya yaitu UU nomor 5 tahun1992 dan diperkuat oleh UU nomor 11 tahun 2010. Pada penelitian ini akan lebih difokuskan pada pengaruh undang-undang terhadap unit bangunan tunggal yang dil…